1. Penerbitan Buku Antologi Cerpen dengan Judul “ Langit di Ujung Halaman” dengan 2Jilid
Kata Pengantar Buku :
TIDAK semua halaman hidup ditulis dengan tinta yang rapi. Ada yang penuh coretan, ada yang basah oleh air mata, bahkan ada yang sempat ingin kita sobek karena terasa terlalu menyakitkan untuk dikenang. Namun, seperti langit yang tak pernah benar- benar kehilangan cahaya, setiap perjalanan manusia selalu menyimpan kemungkinan untuk kembali terang meski harus menunggu di ujung halaman yang panjang.
Buku Langit di Ujung Halaman ini lahir dari pertemuan sederhana antara hati yang pernah jatuh dan keberanian untuk bangkit. Ia bukan sekadar kumpulan cerita, tetapi potongan- potongan perjalanan tentang luka, kehilangan, kegagalan, dan juga tentang harapan yang diam-diam tumbuh di sela-selanya. Melalui kolaborasi antara guru dan murid di MAN 2 Aceh Utara, buku ini menjadi ruang bersama untuk menyuarakan satu hal yang sama: bahwa jatuh bukan akhir, melainkan bagian dari cara kita belajar berdiri lebih kuat.
Di dalamnya, pembaca akan menemukan kisah-kisah yang mungkin terasa dekat tentang lelah yang tak terucap, tentang mimpi yang sempat retak, tentang langkah yang goyah. Namun lebih dari itu, setiap cerita menyimpan pesan yang menguatkan: bahwa sesulit apa pun masalah yang kita hadapi, hidup selalu memiliki muara. Tidak semua jalan terasa jelas, tetapi setiap langkah yang terus diayunkan akan membawa kita pada titik pulang yang lebih tenang.
Buku ini juga tidak lepas dari nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh di tanah Aceh tentang keteguhan, tentang kesabaran, tentang bagaimana manusia diajarkan untuk tetap berdiri dengan iman dan adab, bahkan saat dunia terasa runtuh. Nilai-nilai itu hadir secara halus dalam cerita-cerita di dalamnya, menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan sendiri; selalu ada akar yang menahan kita agar tidak tumbang sepenuhnya.
Kami berharap, buku ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang merasa lelah. Menjadi pelipur bagi hati yang retak. Menjadi pengingat bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, selama tidak menyerah untuk melanjutkan. Dan ketika suatu hari pembaca menutup halaman terakhirnya, semoga ada satu hal yang tertinggal: keyakinan bahwa setelah gelap, selalu ada langit yang menunggu untuk kembali terang.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam lahirnya buku ini keluarga besar MAN 2 Aceh Utara, kepala madrasah, para guru, staff TU, siswa, serta semua yang telah menuliskan dan merawat cerita- cerita ini dengan penuh ketulusan.
Semoga Langit di Ujung Halaman tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan